- Level N1 = @Rp. 135.000,- (Seratus Tiga Puluh Lima Ribu Rupiah)
- Level N2 = @Rp. 115.000,- (Seratus Lima Belas Ribu Rupiah)
- Level N3 = @Rp. 105.000,- (Seratus Lima Ribu Rupiah)
- Level N4 = @Rp. 85.000,- (Delapan Puluh Lima Ribu Rupia)
- Level N5 = @Rp. 85.000,- (Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah.
JL. Sabang No 19 Bandung 40114 Indonesia, Telp +62-022-4201745, 4211508, 4235779 Fax +62-022-4237201
Wednesday, August 3, 2011
Informasi Ujian Kemampuan Bahasa Jepang 2011
Thursday, July 14, 2011
Biaya Kursus JLCC Tahun 2011
Setiap hari Senin s/d Jumat
mulai jam 08.00 s/d 18.00 wib
Jl. Sabang No 19 Bandung
informasi biaya kursus di JLCC
informasi lebih lengkap silahkan hubungi di Tlp 022-4201745
Sunday, June 19, 2011
partisispasi JLCC di acara JECUF (Japan Education and Culture Fair)
Informasi bentuk kegiatan Japan Education & Culutre Fair (JECUF) sebagai berikut :
- Olimpiade Bahasa Jepang SMA dan Universitas tingkat Nasional
- Seminar Nasional Pendidikan tentang sistem pendidikan yang ada di Jepang
- Pameran Pendidikan Nasional Universitas Jepang dan Universitas di Indonesia yang membuka Jurursan Sastra Jepang.
- Kongres HIMA Sastra/Bahasa Jepang se Indonesia (dalam rangka pembentukan Ikatan HIMA Sastra Jepang se - Indonesia).
Waktu pelaksanaan
1. Olimpiade Bahasa Jepang akan dilaksanakan pada :
Tanggal : 20-23 Juni 2011
Waktu : 08.00 s.d Selesai
Tempat Pusat Studi Bahasa Jepang UNPAD, Jatinangor, Sumedang.
2. Seminiar Pendidikan Jepang akan dilaksanakan pada
Tanggal :24 Juni 2011
Waktu 08.00 s.d 16.00 wib
Tempat Aula PSBJ UNPAD Sumedang
3. Pameran Pendidikan Jepang akan dilaksanakan ada tanggal 23 Juni 2011
Tanggal : 23 Juni 2011
Waktu : 19.00 s.d selesai
Tempat : Pusat Studi Bahasa Jepang , Sumedang
4. Kongres HIMA Sastra/Bahasa Jepang se Indonesia akan dilaksanakan pada :
Tanggal 2324 Juni 2011
Waktu : 19.00 s.d selesai
Tempat : Aula PSBJ UNPAD Sumedang.
Pembahasan Kegiatan
1. Olimpiade Pendidikan Jepang merupakan ajang bagi mahasiswa dan siswa SMA untuk menunjukan kemampuan dan mengembangkan kreatifitas di bidang pendidikan Jepang dan Olimpiade ini akan diadakan selama 4 hari, adapun dibawah ini merupakan olimpiade yang akan dipertandingkan :
- Speech Contest
- Kanji Contest
- Rodoku Contest
- Sakubun Contest
- Kana Contest
- Monogatari Contest
- Cerdas Cermat Jepang
- Shuuji Contest
- Haiku
- Nihongo Noryokushiken
- Essai Contest
- Karya tulis Ilmiah
2. Seminar nasional pendidikan Jepang yang merupakan rangkaian dari acara Japan Education & Culture Fair ini mempunyai tema tentang "Budaya Tradisional Jepang dan peranannya dalam era Modern". Kegiatan seminar ini akan mengundang permakalah yang dikumpulkan dari setiap draft yang dikirimkan oleh masing masing peserta seminar. Peserta seminar yang dimaksud ialah untuk kegiatan mahasiswa.
3. Pameran pendidikan Jepang ini dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan dari setiap orang yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai lembaga pendidikan di Jepang maupun di Indonesia yang berkaitan dengan tema Ke -Jepangan. Dalam kegiatan ini akan diundang beberpa universitas dari Jepang maupun lembaga pendidikan bahasa Jepang serta universitas di Indonesia dan lembaga pembelajaran bahasa Jepang yang ada di Indonesia. Kegiatan ini juga akan mengundang perwakilan Universitas yang memiliki Jurusan Sastra/Bahasa Jepang di universitasnya.
4. Kongres Himpunan Mahasiswa Sastra/Bahasa Jepang se-Indonesia diadakan dalam rangka menjembatani dan memadukan setiap informasi ataupun kegiatan yang diadakan di masing-masing universitas. Kegiatan dilanjutkan juga dengan rencana sidang pembentukan Ikatan Himpunan Mahasiswa Sastra / Bahas Jepang se-Indonesia dna pembentukan agenda folow up kegiatan Ikatan Himpunan Mahasiswa Sastra/Bahasa Jepang.
ditunggu yah kehadirannya ........
Monday, June 6, 2011
Kesan Siswa Manabi asal dari Indonesia
Wulan adalah salah satu siswa MANABI periode April 2011 yang di berangkatkan oleh JLCC Education Consultant
inilah kesan yang di ungkapkan oleh wulan sebagai berikut
Bulan 3 lalu terjadi Tsunami di Jepang, saya sangat terkejut dengan bencana tersebut. Sebelum terjadi Tsunami saya berencana untuk berangkat ke Jepang bulan 3, tapi dikarenakan ada bencana ini saya berangkat bulan 4 lalu. Saya sangat prihatin atas musibah yang menimpa negeri sakura ini. Keluarga di Indonesia sangat khawatir ketika saya akan berangkat ke Jepang karena di berita keadaan Jepang saat itu masih genting sekali. Tetapi saya tetap nekad berangkat ke Jepang. Dan setibanya di Jepang Alhamdulillah semuanya baik-baik saja dan tidak seburuk yang dibayangkan ketika masih di Indonesia. Meskipun waktu awal-awal saya tiba di Jepang masih sangat sering terjadi gempa, tapi tidak sampai menimbulkan hal fatal. Saya selalu berdoa semoga keadaan Jepang cepat pulih seperti biasanya.
Bulan April tanggal 11 lalu, saya mulai belajar di MANABI. Awalnya saya sangat tegang ketika masuk sekolah ini karena saya tau disini banyak murid dari berbagai negara dan saya khawatir tidak bisa berkomunikasi dengan mereka. Tetapi setelah berkenalan dengan teman-teman disini ternyata tidak seburuk yang saya bayangkan. Kekhawatiran saya hilang dan berubah menjadi menyenangkan. Dan guru-guru di sekolah inipun sangat baik dan cara mengajarnyapun sangat mudah dimengerti. Hari demi hari saya lalui di sekolah ini dan suasananyapun makin menyenangkan. Semangat belajarpun makin tinggi karena disini bersaing dengan orang-orang dari berbagai Negara yang sama-sama ingin lancar berbahasa Jepang. Saya berusaha semaksimal mungkin belajar bahasa Jepang disini karena saya ingin melanjutkan kuliah di salah satu Universitas di Tokyo dan saya juga tidak ingin mengecewakan orang tua saya yang sudah membiayai saya sekolah disini. Oleh karena itu saya akan terus semangat dan berusaha semaksimal mungkin sekolah disini.
untuk selengkapnya silahkan klik di tautan di bawah ini:
Wednesday, May 11, 2011
Short Summer Program 4 Juli - 2 Agustus 211
Silahkan bergabung bersama MANABI
SUMMER Short Program MANABI Japanese Language Institute Nagano School menyelenggarakan program belajar jangka pendek 1 bulan ( summer Course ) dengan belajar Bahasa Jepang yang menyenangkan dan efektif serta mendapatkan berbagai macam pengalaman budaya yang menyenangkan di Jepang
Untuk infomasi lebih lengkap mengenai kegiatan ini silahkan menghubungi
JLCC
Jl. Sabang No 19 Bandung
Contact Person : Ibu Neneng
Telp 022 -4201745
E-mail : jeco19@indosat.net.id
Program Summer Course bisa di lihat di bawah ini :
Monday, February 28, 2011
HINAMATSURI 雛祭り

Satu set boneka biasanya dilengkapi dengan miniatur tirai lipat(byōbu) berwarna emas untuk dipasang sebagai latar belakang. Di sisi kiri dan kanan diletakkan sepasang miniatur lampion(bombori). Perlengkapan lain berupa miniatur pohon sakura dan pohon tachibana, potongan dahan bunga persik sebagai hiasan.
Dua boneka yang melambangkan kaisar (o-dairi-sama) dan permaisuri (o-hina-sama) diletakkan di tangga paling atas. Dalam bahasa Jepang, dairi berarti "istana kaisar", dan hina berarti "sang putri" atau "anak perempuan". Wilayah Kansai dan Kanto memiliki urutan kanan-kiri yang berbeda dalam penempatan boneka kaisar dan permaisuri, namun susunan boneka di setiap anak tangga berikutnya selalu sama.
Tiga boneka puteri istana (san-nin kanjo) diletakkan di tangga kedua. Ketiga puteri istana membawa peralatan minum sake. Boneka puteri istana yang paling tengah membawa mangkuk sake (sakazuki) yang diletakkan di atas sampō. Dua boneka puteri istana yang lain membawa poci sake (kuwae no chōshi), dan wadah sake yang disebut (nagae no chōshi). Gigi salah satu boneka puteri istana dihitamkan (ohaguro) dan alisnya dicukur habis. Dalam boneka versi Kyoto, puteri istana yang paling tengah dari Kyoto membawa shimadai (hiasan tanda kebahagiaan dari daun pinus, daun bambu, dan bunga ume).
Lima boneka pemusik pria (go-nin bayashi) berada di tangga ketiga. Empat musisi masing-masing membawa alat musik, kecuali penyanyi yang membawa kipas lipat. Alat musik yang dibawa masing-masing pemusik adalah taiko, ōkawa, kotsuzumi, dan seruling.
Dua boneka menteri (daijin) yang terdiri dari Menteri Kanan (Udaijin) dan Menteri Kiri (Sadaijin) berada di tangga ke-4. Boneka Menteri Kanan digambarkan masih muda, sedangkan boneka Menteri Kiri tampak jauh lebih tua. Dari sudut pandang pengamat, Menteri Kanan berada di sebelah kiri, sedangkan Menteri Kiri berada di sebelah kanan.
Pada tangga kelima diletakkan tiga boneka pesuruh pria (shichō). Ketiganya masing-masing membawa bungkusan berisi topi (daigasa) yang dibawa dengan sebilah tongkat, sepatu yang diletakkan di atas sebuah nampan, dan payung panjang dalam keadaan tertutup. Dalam boneka versi lain, pesuruh pria membawa penggaruk dari bambu (kumade) dan sapu.Selanjutnya, kereta sapi dan berbagai miniatur mebel yang dijadikan hadiah pernikahan diletakkan di atas tangga-tangga di bawahnya
Tuesday, January 18, 2011
Edu Fair 2011

Event Education Fair 2011 adalah wahana pertemuan antara perguruan tinggi dengan para siswa SMA untuk membantu para siswa memahami dan mengenal program studi yang sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya masing-masing, sebagai suatu bentuk kerjasama antara SMA Negeri 5 Bandung dengan sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta baik di dalam negeri maupun luar negeri, dan untuk mengetahui berbagai jenis program studi di setiap perguruan tinggi serta prospek kerja yang tersedia.
ke Lembaga Pendidikan Tinggi dan Universitas di Jepang .

Wednesday, November 3, 2010
Pakaian Tradisional Jepang Yukata
Yukata adalah jenis kimono nonformal Jepang yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis. Secara harfiah istilah Yukata berarti: baju sesudah mandi. Dipakai untuk kesempatan santai di musim panas (natsu). Yukata dibuat dari bahan katun yang mudah dilewati angin, agar badan menjadi sejuk di sore hari atau sesudah mandi malam dengan air panas di Jepang.
Istilah Yukata ini lahir sejak sekitar zaman Azuchi-Momoyama. Bermula dari pakaian yang dipakai sesudah mandi yang disebut Yukatabira. Di zaman Edo, Yukatabira menjadi sangat populer di kalangan rakyat dan namanya disingkat menjadi Yukata saja. Pada zaman dahulu, memakai Yukata untuk bertemu dengan orang lain dianggap sangat tidak sopan, mengingat fungsi Yukata yang cuma sebagai pakaian tidur. Namun sekarang, Yukata dapat dikenakan kapanpun atau saat pergi kemanapun. Malah pakaian ini menjadi pakaian utama yang dikenakan saat melihat Hanabi Matsuri (Festival kembang api). Jika terlihat banyak perempuan memakai Yukata di musim panas (natsu), berarti tidak jauh dari tempat itu ada festival kembang api.
Yukata umumnya dibuat dari kain katun walaupun sekarang banyak yang dibuat dari bahan campuran, misalnya katun bercampur polyester. Yukata untuk laki-laki biasanya terbuat dari bahan dengan warna dasar gelap (seperti hitam, biru tua, ungu tua) dengan corak garis-garis warna gelap. Sedangkan Yukata untuk wanita biasanya terbuat dari bahan dengan warna dasar cerah atau warna pastel dengan corak beraneka warna yang cerah. Corak-corak kain yang populer untuk Yukata wanita adalah bunga Sakura, bunga Krisan, Poppy, bunga-bunga yang mekar di musim panas
Perbedaan Kimono dan Yukata:
- Berbeda dengan Kimono yang sering disebut orang Jepang sebagai Gofuku atau Wafuku dan hanya dipakai pada kesempatan formal, Yukata dipakai untuk kesempatan santai seperti: berjalan-jalan melihat pesta kembang api, melihat festival musim panas (matsuri), atau menari di saat perayaan Obon (festival menyambut arwah).
- Kimono yang harganya sangat mahal hingga luar biasa mahal, harga Yukata umumnya terjangkau oleh semua orang.
- Kimono jadi yang hampir-hampir tidak ada toko yang mau menjualnya, di toko pakaian banyak dijual Yukata yang sudah jadi dengan beraneka ukuran dengan harga terjangkau
- Kimono yang menurut ukuran lebar lengannya dapat diketahui status seorang wanita (sudah menikah atau masih gadis), Yukata dapat dipakai oleh siapa saja tanpa mengenal status.
Kimono yang pemakainya diwajibkan memakai pakaian dalam sebanyak 2 lapis (Hadajuban dan Juban), perempuan yang memakai Yukata hanya diharuskan pakaian dalam lapis pertama (Hadajuban).
Sama halnya dengan Kimono, agar Yukata terlihat bagus sewaktu dipakai, maka yang dipakai haruslah Yukata yang sesuai ukuran badan si pemakai. Jika Yukata yang anda kenakan ingin terlihat bagus dan pas di badan, Yukata yang anda kenakan haruslah Yukata yang dijahit sesuai dengan ukuran badan anda (order made).
Urutan agar pemakaian Yukata tampak bagus dan rapi:
- Jika ingin mengenakan Yukata secara benar, dianjurkan untuk mengenakan Susoyoke, yakni berupa rok dalam panjang yang bisa berwarna putih polos atau bercorak dengan warna cerah. Jika tidak mau memakai atau tidak mempunyai Susoyoke juga tidak apa-apa.
- Memakai pakaian dalam yang disebut Hadajuban dan mengencangkan tali pengikatnya.
- Memakai Yukata. Panjang Yukata selalu melebihi panjang yang dibutuhkan si pemakai sehingga kain Yukata yang panjangnya berlebih harus diangkat sedikit ke bagian pinggang dan dikencangkan dengan menggunakan Koshihimo (sabuk pinggang dari kain)
- Merapikan Bagian-bagian Yukata yang sedikit longgar di badan ke arah perut dan
mengencangkannya dengan kain sabuk pengikat yang disebut Datejime - Mengencangkan Yukata dengan melilitkan dan mengikatkan Obi.
Obi adalah kain yang dililitkan di pinggang, yang panjangnya sekitar 4 sampai 5 meter. Lebar Obi yang digunakan untuk Yukata adalah setengah dari lebar Obi yang digunakan untuk memakai Kimono. Ada banyak jenis simpul yang digunakan untuk pada saat mengikat Obi. Simpul Obi yang paling populer adalah simpul Bunko yang berbentuk seperti kupu-kupu. Jika belum dapat membuat simpul Obi sendiri, anda dapat membeli simpul Obi yang sudah jadi di toko dan tinggal menyisipkannya ke dalam Obi anda.
Yukata juga digunakan oleh aktor Kabuki di saat bermake-up atau peran yang mengharuskan aktor Kabuki memakai Yukata. Pegulat Sumo juga memakai Yukata sebelum dan sesudah bertanding. Begitupula penari tradisional Jepang (Nihon Buyou) mengenakan Yukata sebagai pengganti Kimono sewaktu belajar menari agar Kimono yang harganya mahal tidak menjadi basah karena keringat. Saat ini, toko-toko di Jepang sudah mulai terlihat memajang beberapa Yukata dengan aneka corak warna dengan harga terjangkau. Tanda musim panas segera tiba.
Wednesday, October 20, 2010
Konsultasi Studi di Jepang Gratis!

Wednesday, April 22, 2009
Program Liburan Sekolah Summer Course July 2009





JL. Sabang No 19 Bandung Telp 022-4201745
Sekilas JLCC
BIaya kursus JLCC 2009
PROGRAM STUDI DI JLCC
Kelas Reguler
Tingkat Dasar 1 (Shokyu Nihongo 1)
Tingkat Dasar 2 (Shokyu Nihongo 2)
Tingkat Dasar 3 (Shokyu Nihongo 3)
Tingkat Dasar 4 (Shokyu Nihongo 4)
Keterangan
setiap tingkat ditempuh dalam waktu 4 bulan
Jumlah pertemuan 1 minggu 2 x 90 menit
minimal 10 peserta / kelas
Kelas Lanjutan
Tingkat Lanjutan 1 (Chukyu Nihongo 1)
Tingkat Lanjutan 2 (Chukyu Nihongo 2)
Tingkat Lanjutan 3 (Chukyu Nihongo 3)
Keterangan
setiap tingkat ditempuh dalam waktu 4 bulan
jumlah peremuan 1 minggu 2 x 90 menit
Minimal 10 peserta / kelas
Kelas Intensive
Materi pengajaran, biaya pendaftaran & biaya Kursus kelas Intensive ini pada dasarnya sama dengan kelas reguler, hanya waktu pelaksanaan dipadatkan menjadi 2 bulan dengan jumlah pertemuna 4 x 1 minggu, masing masing pertemuan 90 menit
Kelas Percakapan (KAIWA)
Percakapan Dasar (KAIWA 1)
Percakapan Lanjutan (KAIWA 2)
Percakapan Lanjutan (KAIWA 3)
Keterangan
Setiap tingkat ditempuh dalam waktu 4 bulan
Jumlah pertemuan 1 mingu 2 x 90 menit
Minimal 5 peserta/kelas
Kelas Percakapan ini diperuntukan bagai siswa yang minimal sudah menyelesaikan Tingkat Dasar 3 (Shokyu Nihongo 3) atau setara dengan itu.
Selain paket paket program tersebut di atas, JLCC juga menyediakan beberapa paket lain seperti Kelas Private, Kelas Bahasa Indonesia untuk orang Jepang, menerima penerjemahan, menyediakan tenaga Interpreter dan lain lain.
Peta Lokasi JLCC
JLCC Jl. Sabang No 19 Bandung
Japanese tea ceremony demo
Staff Pengajar JLCC
Berdiri mulai dari kiri: Ade S Sensei, Herdis Sensei, Jonjon J Sensei, Yuyu Sensei, Sudjianto Sensei Duduk mulai dari kiri : Sisca Sensei, Halina Sensei , Aliawati Sensei, Miyanaga Sensei, Nina Sensei
Berdiri dari kiri ke kanan : Aliawati Sensei, Mariko Sensei, Halina Sensei, Nina Sensei, Sisca Sensei Duduk dari Kiri ke Kanan : Ade S Sensei, Yuyu Sensei, Jonjon J Sensei